PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG WANITA
A.
Aspek
Pengkajian
Aspek pengkajian dalam kesehatan
wanita meliputi:
1.
Aspek Fisik
Aspek
fisik yang perlu dikaji dalam lingkup kesehatan wanita sama dengan pengkajian
yang dilakukan pada manusia dewasa, antara lain:
a. Kondisi
fisik (TTV)
b. Nutrisi
c. Cairan
dan elektrolit
d. Higiene
personal
e. Istirahat-Tidur
f. Kasih
sayang dan seks
g. Aktualisasi
diri
h. Rasa
aman dan nyaman
2.
Aspek Psikososial
Aspek
psikososial yang dikaji, meliputi:
a. Identitas
seksual, perubahan fisik dan sikap dari wanita yang menunjukkan identitasnya
sebagai wanita
b. Identitas
kelompok, kepuasan hidup dalam sebuah kelompok dan penerimaan
c. Konsep
diri (peran, identitas diri, gambaran diri atau citra tubuh, dan harga diri)
d. Kecemasan
dan masalah kehidupan
e. Kondisi
lingkungan social
f. Factor
pendukung dari keluarga dan masyarakat
g. Komunikasi
atau hubungan dalam kelompok, keluarga dan masyarakat (perasaan dihargai)
Secara
kronologis, setiap wanita mengalami berbagai fase dalam kehidupannya. Proses
ini berlangsung secara alamiah yang wajar terjadi pada setiap wanita.
Fase
dalam kehidupan wanita:
1. Lahir Dan Prapubertas
a.
Fisik
•
Terbentuknya bakal organ seks saat janin berusia 12 minggu
•
sejak bayi, wanita sudah memiliki 2 indung telur
•
Pada masa ini sel telur belum matang
•
Belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan seks sekunder
b.
Psikososial
Anak
perempuan diarahkan untuk mengikuti budaya yang berkembang dilingkungan tempat
anak perempuan tersebut diasuh, misalnya:
·
Anak perempuan harus jongkok saat BAK
sedangkan anak laki-laki berdiri
·
Anak perempuan diajarkan untuk berdandan
·
Rambut anak perempuan dibiarkan panjang
atau dipotong dengan model yang feminism
·
Anak perempuan dididik untuk bersifat
feminism
2. Pubertas
a.
Fisik
·
Mulai terbentuk sel telur matur
·
Produksi hormone estrogen karena
pengaruh matangnya seltelur
·
Mulai tumbuh tanda-tanda seks sekunder,
misalnya tumbuh payudara
b.
Psikososial
Wanita
mulai tertarik pada lawan jenis dan mulai merasakan jatuh cinta untuk pertama
kalinya
3. Reproduksi
a.
Fisik
·
wanita mengalami masa menstruasi, dengan
keluarnya darah dari vagina
·
wanita memasuki usia reproduktif
·
sel telur dapat dibuahi
·
jika melakukan hubungan intim dengan
lawan jenis, wanita dapat hamil
·
bekerjanya hormone indung telur
(estrogen dan progesteron)
b.
Psikososial
·
Wanita mulai cemas karena proses menstruasi
·
Wanita mencari identitas diri, gambaran
diri yang dipengaruhi kelompoknya
·
Bergaul dan berkumpul dengan teman-teman
yang berjenis kelamin sama
4. Premenopause
a.
Fisik
·
Kekuatan otot dan kecakapan mental mulai
mencapai puncaknya
·
Dimulai dengan proses penuaan
·
Penurunan hormone kewanitaan berangsur
menurun
·
Proses menstruasi yang tidak teratur
·
Perasaan panas disekitar wajah (hot flash)
·
Produksi keringat yang berlebihan
·
Kulit menjadi kusam dan kasar
·
Rambut cenderung kering dan rapuh
·
Perasaan adanya gangguan dalam hubungan
intim
·
Kesulitan vagina mengalami lubrikasi,
sehingga timbul rasa tidak nyaman saat bersenggama
b.
Psikososial
·
Wanita lebih banyak menarik diri dari
lingkungannya
·
Wanita lebih sering merasa tersinggung,
mudah cemas dan sangat sensitive
·
Gelisah karena menghadapi proses penuaan
5. Menopause
a.
Fisik
·
Hilangnya hormone kewanitaan
·
Menstruasi tidak muncul lagi
·
Organ reproduksi tidak berfungsi lagi
·
Berat badan sulit dikendalikan
·
Terjadi timbunan lemak di beberapa
tempat karena ketiadaan hormone kewanitaan
·
Wanita sering mudah merasa lelah
·
Penyakit degeneratife (jantung, DM,
gangguan ginjal, dan osteoporosis) mudah menyerang
b.
Psikososial
Wanita
mulai mencapai kematangan hidup
6. Senium
a.
Fisik
·
Lemasnya otot-otot yang membuat struktur
tubuh menjadi bengkok
·
Gangguan sendi mulai sering timbul
·
Berat badan cenderung berkurang
·
Penurunan daya guna tubuh
·
Kekuatan otot dari saat 20 tahun
·
Terjadi penurunan intelektual
kemungkinan dapat terjadi gangguan otak secara organik
b.
Psikososial
·
Terjadi perubahan sifat, misalnya: dari
periang menjadi pemurung, dari berani menjadi penakut atau sebaliknya
·
Sering timbul perilaku yang sulit
diterima karena terjadi gangguan otak
B.
Indikator
Pemantauan Tumbuh Kembang Wanita Sepanjang Siklus Kehidupan
a.
Pada
Bayi
Indikator
pemantauan
1. Pertumbuhan
a. Berat
Badan
BB
merupakan ukuran antropometri yang paling penting guna menggambarkan
peningkatan ukuran dan jumlah semua jaringan tubuh, BB indicator terbaik untuk
mengetahui gambaran pertumbuhan dan status gizi. Pertambahan BB pada neonatus
dan balita tidak statis tetapi semakin bertambah seiring dengan bertambahnya
usia
b. Tinggi
Badan
Ukuran
antropometri kedua yang penting, TB pada masa pertumbuhan meningkat sampai
ukuran maksimal yang berhenti pada fase remaja. Kecepatan pertumbuhan TB pada
tahun pertama 23-25 cm, periode berikutnya berkurang sehingga pada umur 2 tahun
kecepatannya 2 cm/th.
c. Lingkar
Kepala
Lingkar
kepala merupakan volume intrakrania. LK digunakan untuk menafsir perubahan
otak. Pada anak umur 0-11 bulan diukur setiap 3 bulan, umur 12-72 bulan
dilakukan setiap 6 bulan. Lingkar kepala diukur dengan melilitkan pita ukur
mulai dahi, menutupi alis mata (supraorbita) melalui tulang belakang kepala
yang paling menonjol.
d. Lingkar
Lengan
LILA
menggambarkan pertumbuhan jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh oleh
cairan tubuh. Pengukuran LILA dilakukan dengan melilitkan pita ukur pada lengan
atas kiri, menggunakan pita ukur Dep.Kes.
2. Instrumen
Pertumbuhan (KMS, Tabel BB/TB, Grafik LK)
3. Alat
yang digunakan (Timbangan, Pengukur TB, Pita ukur)
b.
Anak
1. Aspek
pemantauan perkembangan
v Gerak
Kasar atau Motorik Kasar
Berhubungan
dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan
otot-otot besar seperti berdiri, duduk, berlari, berjalan, dll.
v Gerak
halus atau motorik halus
Aspek
yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian
tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot kecil tetapi memerlukan koordinasi
cermat seperti menulis, menggambar, dll.
v Kemampuan
bicara dan bahasa
Berhubungan
dengan kemampuan untuk member respon terhadap suara, berbicara, berkomunikasi,
dan mengikuti perintah.
v Sosialisasi
dan kemandirian
Aspek
yang berhubungan dengan kemampuan mandiri bersosialisasi dan bereaksi dengan
lingkungan (makan, bermain, membereskan mainan)
2. Instrumen
Pemantauan
Ø KPSP : Kuesioner Pra Skrining Perkembangan
Ø DDST : Denver Development Scrining test
Ø TDL : Tes Daya Lihat
Ø TDD : Tes Daya Dengar
c.
Remaja
1. Perubahan
Hormonal
2. Perubahan
Somatic
v Perubahan
Tinggi Badan
a. Sebelum
Haid rata-rata 3 inci/tahun (5-6 inci/tahun)
b. Setelah
Haid rata-rata 1 inci/tahun dan berenti sekitar usia 18 tahun
v Perubahan
BB
Kenaikan
BB 2,0 kg/th
v Perubahan
proporsional tubuh
Perubahan
yang terjadi pada bagian tertentu (cirri-ciri seks sekunder)
v Organ
Reproduksi
Organ
seks mencapai matur pada periode akhir masa remaja
v System
pencernaan
Perut
menjadi lebih panjang tidak lagi terlampau berbentuk pipa, diameter usus, hati
dan esophagus bertambah, jonjot dan sel selaput GI trak tebal dan kuat
v System
pernafasan
Kapasitas
paru mempunyai fungsi maksimal
3. Perkembangan
Psikologis
Ø Perkembangan
kognitif
a. Realism
dan simbolisme
b. Berpikir
intuitif
c. Operasional
konkrit
Ø Perkembangan
psikologis
A. Keluarga:
mulai mandiri
B. Kelompok:
sebaya
C. Berkumpul
dengan teman sejenis dan pemeriksaan oleh kelompok sebaya
d.
Dewasa
v Siklus
mentruasi lebih dari normal
Koordinasi
fluktasi pelepasan gonadotropin, pematangan folikel dan ovulasi, serta
perubahan histology endometrium.
v Periode
fungsi reproduksi lebih dari maksimal (puncak 24-30) tahun, jika > dari 30
tahun akan menurun.
v Pertumbuhan
usia reproduksi:
a. Periode
efisiensi pertumbuhan fisik hingga periode 40an
b. Kemampuan
motorik mencapai puncak pada periode 20-30an
c. Kecepatan
respon maksimal antara 20-25, dan menurun secara perlahan, penguasaan
keterampilan motorik lebih cepat.
v Perkembangan
a. Kemampuan
mental mencapai puncak pada periode 20an, secara perlahan berkurang
b. Penyesuaian
dari efektif pada berbagai situasi
c. Penalaran
analogis, berfikir kritis dan mandiri
d. Penyesuaian
peran baik sebagai istri maupun ibu
v Indikator
Pemantauan
a. Berat
Badan
b. Status
Gizi
c. HB
e.
Usia
Lanjut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar